Archive for the ‘curhat’ Category

Alhamdulillah… Puji syukur pada Allah Sang Maha Pelimpah Rizki. Akhirnya rumah mungil ini jadi milikku setelah memakan banyak waktu, kesabaran, n juga ga sedikit biaya mondar mandir plus pulsa. hehe. Mungil? Ya, coz type 36/72, tp buat bujangan kaya gw yg ga suka ribet n agak pemalas rasanya rumah type segini udah lebih dari cukup. Toh misal ntar udah merit n punya anak juga rasanya masih cukup lega tempatnya. Amiiiiin.

Gw ga perlu ribet2 lagi renovasi, coz emang udah siap n layak huni. Pager udah dipasangin, tanah sisa di bagian belakan udah dipondasi n udah ditembok setinggi 2 meter. Sumur udah dipantek. So, tinggal nunggu listrik dipasang…

rumah mungil ku

Lingkungan di cluster Morganite ini gw bilang cukup teratur. Sampah n keamanan dikelola secara kontinyu, para penghuni dikenakan biaya 50 ribu per bulan untuk urusan ini. Lampu penerang jalan yg nempel di pager dibikin selaras warna n desainnya (pesanan khusus, dikelola RT). Lalu lintas kendaraan dibuat 1 jalur, jadi arah kita masuk bedda sama jalur keluarnya. Ada taman bermain khusus penghuni cluster ini. Dan sekarang sedang dibangun masjid kecil hasil swadaya penghuni cluster. Salut!!! (lebih…)

Iklan

 

Pasar Ular "Paul"

 

Bagi2 info nih…. Banyak tempat belanja murah di Jabotabek, tapi yang sering gw serbu adalah Pasar Ular (Pasar Uler), atau sering disebut “Paul” di daerah Plumpang, Jakarta Utara.

Pasar Uler sebenernya ada 2 tempat. Pasar Uler pertama ada di daerah Permai, Tanjung Priuk. Sementara yang satunya di daerah Plumpang. Nah yg sering gw serbu ya yg di Plumpang ini. Disini umumnya para pedagang menjual perlengkapan fashion. Ada kemeja, t-shirt, sepatu, dompet, jaket, tas, gesper, topi, dsb.

Kenapa dinamakan Pasar Ular??? Bukan brarti pasar ini jual aneka jenis mahluk mengerikan itu lhoh…. Konon disebut Pasar Uler karena di dalam pasar ini cuma ada 1 jalan utama yg panjang tapi sempit (cuma 1,5 meteran).

Pasar Uler ini sangat terkenal, jadi jangan heran, meskipun pasar ini sempit tapi pengunjungnya nggak kalah sama yg jalan di mall, dari yang pake motor, mobil, bahkan artis kalo pas weekend bisa kita jumpai di sini. (lebih…)

11 Januari 2010

Breafing kerja oleh pimpinan dimulai, di akhir breafing mas Bos mengajak beberapa orang diantara kami ke gazibu untuk ngobrol2 masalah kontrak kerja. Wah… otomatis temen2 gw yg masih kontrak pada was2… Apa yang ada di benak mereka gw ngerti bener…Antara kabar bahagia “pengangkatan karyawan tetap” atau kabar buruk “pemberian pesangon” (PHK kasarnya).

Waz wez woz … entah apa yg mereka obrolin di gazibu sana… Cuma doa yg bisa gw lakuin semoga mereka dapet yg terbaik.

Jam istirahat tiba, gw pun melangkah ke gazibu. Di sana masih nampak Mas Bos n anak2 yg pada abis kontrak itu. Mereka nampak masih ngobrol, tapi kok santai banget ngobrolnya??Ah semoga pertanda bagus.

Upz… dugaan salah, waktu gw tanya ke salah satu di antara mereka (Bayu namanya) ternyata 5 orang PHK semua. Ya Allah… kok bisa? Entah gimana itung2an direksi ngambil keputusankaya gini, gw ga tau. Yang jelas keluarga ini bakal kehilangan anggotanya. Ya…

Kami bukan hanya teman….

Kami bukan hanya partner….

Kami adalah keluarga….

Nggak banyak kata-kata dari gw n temen2 karyawan yg lain, kami hanya banyak mencoba tersenyum. Mendengarkan canda mereka berlima yg gw yakin canda itu di atas sebuah kekecewaan dan kesedihan. Meskipun begitu kami tetap mendengarkan mereka, coz ga tau lagi kapan kami bisa mendengar candaan mereka….

Waktunya berpamitan

Masih tanpa banyak kata terucap, mata nanar gw disambut senyum kesedihan mereka saat tangan saling berjabat dan memeluk penuh rasa persaudaraan… Ya… saudara yang yang kehilangan adik2nya… Saling memberi semangat, saling mendoakan, saling bermaafan….

Ya Allah semoga jalan yang kau tunjukkan ini adalah rencana mu yang terbaik untuk saudara2ku ini. Berikan mereka ketabahan dan permudah jalan mereka menggapai impian mereka dan rejeki darimu yang masih menggantung di atas sana… Amin

1. Tito

Tito Agus

2. Bayu

Bayu Nuswantoro

3. Akbar

Muhammad Akbar

4. Yudha

yudha


4. Edy

edy saputra