Dukung Revisi UU 11/2008 ITE pasal 27 ayat 3

Posted: 23 Desember 2009 in pendapat, politik
Tag:, , ,

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Demikian bunyi pasal 27 ayat 3 Undang-Undang no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menuai banyak pro dan kontra dewasa ini.
Lha gimana nggak bikin kontra, keluhan konsumen bisa dianggap jadi penghinaan n pencemaran nama baik, gitu juga curhatan orang bisa jadi alasan buat nginep di Lapas😀 waduhhh….. Bener deh, dikebiri nih HAM berpendapat kita.
Kasus yang menimpa Prita Mulyasari n curhatan Luna Maya udah jadi berita heboh yang ujung2nya bikin kita mikir ribuan kali buat berekspresi, meskipun itu hak kita. Nah, coba dipikir2, sejak ada kasus2 itu kita kan jadi mikir lagi misal mau komplain masalah layanan konsumen, coz bisa aja kan kita dianggep mencemarkan nama baik instansi atau perusahaan tertentu, kaya yg dialami Bu Prita.

Atau kita curhat di fesbug or tuiter, nah ada yang ngrasa dijelekkin meskipun kita nggak langsung nyebutin objek. Misal : “Jaink!!! Mantan ogud ternyata Jablay!!!”. Cuman sampel gan….😀 padahal kan kita nggak secara langsung nyebutin objek. Tapi ada yg ngrasa tersinggung n langsung nglaporin ke pihak berwajib. Padahal kan ngapain bereaksi kalo emang nggak nglakuin…😀 toh nggak disebutin siapa mantannya yg kayak Jablay. Nah kayak gini nih yg lagi bikin LunMay geregetan. Gw juga geregetan secara gw naksir ma LunMay, hahhahahahay😀 LunMay… Ai Lop Yu Puuuulll… ha ha ha

Nah kasus2 tersebut juga akhirnya bikin beberapa pejabat yang terkait dgn UU ITE ini bereaksi. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar misalnya berniat merevisi UU ITE ini karena dinilai terlalu sensitif, dikit2 dipakai untuk kasus pencemaran nama baik atau penghinaan. Banyak korban berjatuhan dan masyarakat jadi merasa dikebiri haknya untuk berekspresi.

12 jempol buat Pak Mentri asal jangan cuma speak aja yah😀 di follow up secepatnya.

Sementara salah seorang penyusun UU ITE Yusun Kara menanggapi kasus Prita mengatakan bahwa sebenarnya yang salah bukan UU nya tapi banyak pihak yang salah kaprah menafsirkan dan menerapkan UU ini, karena titik tekan pada pasal 27 adalah “persoalan hak”. Dan masalah keluhan konsumen adalah hak setiap orang.

Nah ini dia Pak yang perlu direvisi😀 biar jelas detailnya n nggak salah tafsir lagi, jadi nggak dimanfaatin oleh pihak2 yang bermodal/berkomunitas besar.

Komentar
  1. Singal mengatakan:

    jangan-jangan suatu saat, ngomong pun dilarang hehehe…

  2. onestopreload mengatakan:

    mending g wes, daripada ikut-ikutan ….
    wong yang atas malah mikirin yang g penting
    apa yang penting ya yang dibawah …
    hukum dibuat untuk memberikan keadilan to,
    tapi malah memenjarakan keadilan itu sendiri,
    esensinya malah ngawur … malah membuat indonesia pipel
    bingung g keruan …

    • arinugroho84 mengatakan:

      bener juga sih boss… tapi kita jgn terlalu apatis lah, toh secara pribadi gw yg byk manfaatin dunia cyber kan sering mentok jg, takut kena kasus .😀 jd kalo emg pejabat ada yg peduli ya gw dukung bgt. Berita terakhir DPR siap membahas masalah revisi ini. Saluuuuuuuuuttt….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s