Tips membeli rumah KPR

Posted: 11 Desember 2009 in kpr, rumah
Tag:, , , ,

  1. dianthus harvest city
contoh rumah KPR desain minimalis

Berhubung gw lagi dag dig dug nunggu telpon dari Bank tentang persetujuan applikasi KPR gw,:-D nggak ada salahnya kan kalo gw kasih sedikit tips dari pengalaman gw berburu rumah….. Membeli rumah mungkin sama bingungnya dgn ketika kita milih pasangan pendamping hidup. “Harus yang perfect”, itu yang slalu di pikiran kita ketika mencarinya. Nah, perfect seperti apa? tergantung masing-masing pribadi,ya kan??? Bedanya antara mencari pendamping dgn mencari rumah idaman salah satunya ya ini, rumah bisa dibeli dgn fasilitas KPR dr bank. Hahahahahah😀 setuju? setuju? Yang jelas sama2 “ASET”. hahahahaha Gw sering baca di blog tetangga soal KPR, ya gw akui mayoritas pengetahuan gw soal KPR memang dari sana. Coz di lingkungan gw rata2 kalo ngomongin KPR ya ketemunya BTN. Padahal masih banyak bank lain yg ngasih kemudahan lebih (ini berdasarkan yg gw alamin pribadi gw loh ya…).🙂 tapi di sini gw nggak bahas soal banknya. Apa aja sih yang perlu kita perhatikan saat mulai mencari rumah idaman kita??

1. Tentukan lokasi Lokasi di sini bermakna luas.

Tentunya kita nggak mau kan rumah kita terlalu jauh dari kerjaan, kita jg pasti males ketemu banjir gara2 hujan cuma sejam (pengalaman nge-kost di kelapa gading :-D). Atau mungkin kita ingin lingkungan yang tidak pengap dan panas? Kalo yg 1 ini gw nggak nganjurin rumah di daerah Jakata Utara, Bekasi, Surabay dan Cikarang😀 . Masalah gaya hidup jg berpengaruh dgn pemilihan lokasi. Misal anda yg gaya hidupnya glamour tentu nggak mau punya rumah yg jauh dari fasilitas Mall, Club, atau pusat2 hiburan. Sementara bagi yang senang dengan ketenangan tentunya sangat nyaman jika punya rumah di daerah yg lingkungannya tidak terlalu ramai dan lingkungan yg masih alami. dan lain-lain…. Intinya anda tentukan lokasi rumah anda sesuai dgn kebutuhan anda.🙂

2. Hitung Budget anda

Titik aman pengeluaran kita untuk KPR adalah 1/3 gaji bersih (take home pay) kita tiap bulan. Alasannya, pertama karena memang rata2 bank hanya menyetujui maksimal 1/3 take home pay kita untuk membayar cicilan per bulannya. Perhitungan bank masalah take home pay tiap2 bank juga beda, ada yang hanya dihitung gaji pokok kita + tunjangan rutin bulanan, ada yang dihitung juga rata2 uang lembur selama 3 bulan terakhir, tergantung kebijakan masing-masing bank. Kedua, supaya kita bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan yg lain, nggak mungkin kan kita sebulan cuma bayar cicilan rumah+makan+transport doang😀 kencing aja sekarang bayar broooooo… hahaha. Lalu anda juga harus mempersiapkan dana untuk membayar DP, administrasi dan biaya KPR. Untuk DP rata2 bank menerima minimal 20% dari harga rumah yg akan kita beli. Misal harga rumah 100jt maka DP yg harus anda bayar ke bank minimal 20%, sisanya yg 80jt baru dihitung KPR. Namun ada pula yg tdk menerapkan itu, misal jika anda membeli rumah ke developer, biasanya DP bisa lebih kecil. Dan sedikit info, BNI Griya minimal DP nya 10% sampai tulisan ini dibuat (cuma ksh info bro,bukan iklan)😀. Biaya lain2 di luar DP (seperti provisi bank, AJB, notaris, asuransi,dll) kita pun harus menyiapkan dana aman paling nggak 10% dr harga rumah.Oiya, bagi yg sudah punya istri, penghasilan istri biasanya ikut dihitung juga meskipun cuma setengahnya.

3. Hunting rumah idaman

Dalam memilih rumah dengan KPR, kita harus menentukan kapan kita akan menempatinya, atau cuma untuk sekedar investasi? Kalo mau invest mending beli cash aja deh…. hahaha😀 jika ingin cepat menempatinya alangkah baiknya anda membeli rumah second atau rumah ready stok dari developer. Coz rumah2 ini udah ketauan bentuk n dalemannya seperti apa. Untuk rumah second biasanya dijual oleh pemilik langsung atau via broker,nah tentunya harga lebih miring daripada rumah inden dari developer didaerah yg sama dgn type yg sama. Enaknya lagi kondisi bangunan biasanya sudah lengkap ruangan2nya. Nggak enaknya, kita harus ngurus segala sesuatunya sendiri, kalaupun memakai jasa broker kita harus menyediakan dana tambahan. Untuk rumah ready stok dari developer, enaknya kita nggak perlu terlalu pusing berurusan dgn bank, karena marketing developer siap membantu (kecuali kalo marketingnya dudul :-D). Masalah bangunan biasanya rumah ready stok lebih tidak terawat (“ biasanya” nggak berarti semua :-D) tapi tenang aja, pihak developer akan merapikannya untuk kita, dan biasanya ngasih 100 hari ke kita untuk komplain. Kalo kita memilih rumah inden dari developer, kita akan mendapatkan rumah baru dgn type terbaru(keren khan????), sayangnya nggak bisa cepet2 ditempatin😀 kalo maksain pengen nempatin emangnya mau apa kita tidur di rumah tanpa atap??? belom ada pintunya lagi. hahahaha. enaknya kita bisa bayar DP nya dicicil sampai waktu akad kredit. Rata2 sih dari waktu mesen sampai akad ada jeda 4-6 bulan, bahkan ada yang sampai setaun lebih (pengalaman di grand residence bekasi :-D). Tentukan juga model desain yg kita inginkan, apakah klasik, mediteranian, atau minimalis? kita yg menentukan.

4. Tentukan bank pemberi KPR

Setiap bank pasti bilang dia yang terbaik, tapi kita harus jeli juga melihat situasi. Jangan hanya gara2 tawaran bunga rendah anda langsung tergiur. Suku bunga memang penting dalam urusan KPR, tapi lihatlah untuk jangka panjang, pilih bank yang terpercaya yang bisa memberi pelayanan maksimal pada kita . Jangan lupa juga menanyakan tentang system suku bunga yang dianut bank tersebut, apakah flat, float, fixed, annuity(efektif) ataupun kombinasinya. Nah di sini dibutuhkan pengetahuan kita soal itung2an. Kalo kita tau system dan cara ngitungnya kan kita nggak bingung kalo tiba2 cicilan kita naik😀 (pengennya sih turun). Untuk yang masih buta masalah system ini kita bisa tanya sama orang bank nya, atau anda bisa belajar sama “mas Google”😀. Kebanyakan untuk KPR, bank menerapkan efektif floating, Artinya besar cicilan kita mengikuti suku bunga yang berubah2 tiap periode. Nah masalah periode ini bank lah yg menentukan apakah tiap 3 bulan, 6 bulan, atau per tahun. Untuk KPR rumah dari developer biasanya menggunakan bank rujukan dari developer, dana biasanya pihak developer menggandeng beberapa bank yg bisa dipercaya, jgn sungkan2 minta saran kepada marketing developer tentang kelebihan dan kekurangan masing2 bank. Sedikit sharing, waktu gw mesen rumah kemarin pake KPR Mandiri, kata marketingnya kalo ada Mandirinya berarti perumahan itu berkualitas. Hahaha😀 entah itu bener atau akal2an marketingnya? Who know?😀 ……………. ……………………….. ……………………………………

Nah sebenernya itu aja sih yang biasanya orang2 masih bingung, coz habis 4 tahap itu kita tinggal proses aja…..

– Bayar booking fee ( tanyakan apakah uang booking ini akan masuk itungan DP atau tidak, kan lumayan uang 2 juta kalo masuk itungan DP) ;-D

– Menyerahkan berkas2 lengkap seperti form Aplikasi yg sudah di isi lengkap, Foto copy KTP, KK, surat nikah/cerai, rekening Koran/tabungan 3 bln terakhir, NPWP pribadi, slip gaji asli, dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB, untuk perumahan biasanya diurus pihak developer). Itu untuk pegawai/karyawan, untuk wiraswasta dan professional perlu beberapa berkas tambahan.

– Di hari kerja anda akan dihubungi pihak bank untuk sesi wawancara via telpon ( Bank BTN masih wawancara face to face😀 kurang nyaman soal waktu). Jadi kalo ada yg wawancara anda via telp di luar hari kerja sah2 aja kita curigain😀. Kalo boleh dibilang ini formalitas aja, coz kemarin waktu gw ditelpon bank Cuma nanyain hal2 yg sebenernya udah ada di form aplikasi😀.

– Tinggal nunggu deh aplikasi kita diproses, dan kita akan dikonfirmasi tentang disetujui atau tidaknya permohonan KPR kita. Apabila terjadi penurunan plafond kredit maksimal dikarenakan take home pay kita kurang maka kita akan diberitahu untuk menambah uang muka kita, yg tentunya akan mengurangi jumlah cicilan per bulan kita. – Kalo disetujui maka tahap berikutnya adalah akad kredit, sebelum tanda tangan di depan notaris kita harus melunasi semua biaya seperti DP, biaya KPR, dan biaya administrasinya.

– So, bulan berikutnya kita mulai nyicil. Mulai deh hidup baru😀 hidup dengan cicilan.hahaha. Serah terima kunci rumah biasanya tidak lama setelah akad kredit, kemungkinan pihak developer akan minta waktu untuk merapikan bangunan kita 

Selamat berjuang kawannnnnnnnnnnnnnnnn………. (^_^)/

Maaf yah kalo infonya kurang lengkap n ngetiknya acak2an…😀

Komentar
  1. yunia daniati mengatakan:

    Salam kenal,

    Saat ini saya sedang menunggu persetujuan KPR dari beberapa bank. Developer bekerjasama dengan lima bank, yaitu: BCA, BII, Permata, BTN & BNI. Saya dan suami lebih prefer ke bank pemerintah, soalnya bank swasta suka seenaknya naikin suku bunga setelah fixed di tahun pertama. Menurut mas Ari mana yg lebih baik BNI or BTN? tapi melihat dari tulisan mas Ari sepertinya kurang suka KPR BTN

    Makasih buat tanggapannya

  2. hana mengatakan:

    untuk mencari develover yang bagus tip nya bagai mana ? kalau saya di jakarta ambil kredit di tanggerang apa sukar untuk di acc bank,beberapa marketing di iklan baris di koran hanya memberikan telf mobile tidak ada telp telkom apa dapat di percaya>

    • arinugroho84 mengatakan:

      Wah pertanyaan yg menarik mbak hana, ini menurut pendapat saya saja ya
      -pertama, pastinya pengalaman, nama2 seperti Summarecon, Agung Podomoro, Grup Ciputra dan anak2 perusahaannya kayaknya nggak asing lagi kan? dan nama2 itu nggak akan bergaung kalo nggak punya kualitas.
      -kedua, Pun kalau kita memilih developer yg kurang kita kenal, kita bisa liat hasil karya mereka, apakah nunjukin keseriusan developer tsb, misal kualitas bangunannya, infrastruktur di dlm perumahan tsb,fasos dan fasum, dan hal2 lain yg ditawarkan. Nggak jarang kan kita lihat perumahan yg menawarkan harga tinggi tp kurang diperhatikan kondisi lingkungan dan fasilitasnya.
      – developer yg bagus juga pastinya mempermudah calon konsumennya, misalnya jajaran marketingnya (ramah, kooperatif, dan nggak suka bluffing), bank2 yg diajak kerjasama (nggak cuma BTN).

      mungkin baru ini aja mbak hana yg ada di pikiran saya, mgkn ada yg mau nambahin?

      trus masalah beli rumah di Tangerang nggak masalah meskipun mbak hana tinggal di Jakarta. Lebih baik tanya langsung ke marketing yg di lokasi proyeknya mbak hana, lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s